Ranah 3 Warna, Film yang Mengajarkan Tentang Arti Sabar dan Syukur

Review Film Ranah 3 warna


Film ranah 3 warna adalah adaptasi dari novel yang berjudul sama karya Ahmad Fuadi. Setelah penantian yang cukup panjang film yang disutradarai oleh Guntur Soeharjanto yang namanya sudah tak asing lagi di industri perfilman Indonesia.

Film Ranah 3 Warna

Film yang ditayangkan dengan judul Ranah 3 Warna ini merupakan hasil produksi MNC Pictures, dengan sutradara Guntur Soeharjanto dan penulis skrip Alim Sudio.

Ranah 3 Warna dihiasi oleh pemain-pemain muda yang namanya sudah tidak asing lagi di Layar Lebar yaitu Arbani Yasiz sebagai Alif, kemduia Amanda Rawles yang berperan sebagai Raisa serta Teuku Rasya yang memberanikan karakter Randai.

Sinopsis Film Ranah 3 Warna

Ranah 3 Warna berkisar tentang perjalanan Alif seorang pemuda yang berasal dari Maninjau. Ia merupakan lulusan pesantren (Perjalanan Alif menempuh pendidikan di Pesantren di ceritakan dalam film sebelumnya yang berjudul Negeri 5 Menara).

Kisah Ranah 3 Warna dimulai ketika Alif mengikuti ujian untuk masuk perguruan tingggi walau latar belakang ekonomi yang tidak terlalu baik orangnya tua dan juga Alif sendiri berhasil untuk masuk ke salah satu perguruan Tinggi Negeri di Tanah Sunda yaitu UNPAD. 

Cerita perjalanan Alif di bangku perkuliahan penuh dengan dinamika, kecintaannya pada menulis dan tekad tinggi serta moto kesabaran yang ia pegang teguh berhasil mengantarkan Alif untuk merangkai kisah di ranah 3 warna yaitu Indonesia, Yordania, Kanada.

 "Man shabara zhafira." (Siapa yang bersabar akan beruntung).


Review Film Ranah 3 Warna

Penantian yang cukup panjang terhadap kisah perjalanan Alif akhirnya terbayarkan. Cerita diawali dengan kisah keluarga Alif yang membentuk sekuens yang terjadi antar Alif dan keluarga. Dari latar belakang keluarga yang terbilang tidak terlalu mencukupi kisah perjuangan Alif dan kedua orang tuanya yang selalu mendukung dan memberikan motivasi kepada Alif memberikan narasi yang hangat dan haru mulai dari permulaannya.

Hadir dengan cerita yang lebih luas dan karakter yang lebih beragam serta latar tempat yang ciamik dari berbagai tempat menjadikan film ini memiliki kompleksitas yang cukup dramatis. Kisah asmara antara Alif, Raisa dan Randai juga merupakan bumbu yang cukup menambah cita rasa pada film ini, namun cerita percintaan yang tidak terlalu dominan dan dengan takaran yang pas sehingga tidak menenggelamkan esensi utama kisah Ali.

Arbani sebagai pemeran Alif dirasa cukup cocok dengan perannya dan berhasil menenggelamkan penonton pada sosoknya ditengah turun naiknya cerita. Sama halnya dengan Arbani dalam film Ranah 3 Warna ini sosok Raisa yang diperanakkan oleh Amanda mampu menjadi tokoh yang cukup bersinar, meskipun hal ini tidak sesuai dengan novel nya yang dimana tokoh Raisa tidak terlalu mendominasi namun kehadirannyalah yang memberikan nuansa rimantik pada film Ranah 3 Warna ini.

Tokoh Randai yang diperanakkan oleh Teuku Rasya juga sebanding dengan Arbani, persahabatannya dengan Alif berperan penting dalam pencapaian Alif, meskipun penulis sendiri ketika menyaksikan dialog-dialog Randai selalu dibikin kesal sendiri, kalau istilah yang dipakai anak zaman sekarang Randai ini tipikal teman yang toxic, hal ini juga yang menjadikan Randai selalu menjadi bayang yang cukup menyebalkan, namun hal ini yang juga memberikan film ini cukup berwarna.

Suara merdu Novia dan penempatan yang layak disebut tepat, menjadi nilai tambah yang cukup untuk menggiring penonton berulang kali meneteskan air mata.


Setelah Menonton Ranah 3 Warna

Sebagai seseorang yang masih cukup muda, Film ini mampu memberikan semangat baru dan memberikan kesan menohok tentang makna sabar dan syukur.

Sabar tidak melakukan apa-apa itu bukan sesuatu yang dapat kamu banggakan

Artinya sabar itu bukan tentang berapa lama kita mampu diam menahan apapun tanpa aktif mencari solusi.

Sabar itu aktif bukan pasif

Satu lagi dialog yang cukup mengena dan bikin iri namun sekaligus sedikit membakar semangat adalah ketika Alif ditanya tentang kapan wisuda, lalu dengan tegas dan pasti ia menjawab "besok Insyaallah saya wisuda Pak"  .


Kesimpulan

Secara keseluruhan diminak yang terjadi pada Film Ranah 3 Warna mampu memberikan motivasi yang lumayan mendalam dan dapat dicerna dengan baik sampai akhir film walaupun dengan cerita yang terbilang cukup tipis dan masih belum sebaik film pertamanya dalam membawakan motivasinya.



2 Komentar

Gunakan kata yang baik dan sopan dalam berkomentar ya

  1. ada satu lagi dialog yang cukup mengena dan bikin iri, saat randai datang ke perayaan Wisuda raisa dan alif sekaligus memberitahu hubungan ia dengan raisa padahal alif akan....ah sudahlah. uji randai "mari kita foto bersama" 😅

    BalasHapus

Posting Komentar

Gunakan kata yang baik dan sopan dalam berkomentar ya

Lebih baru Lebih lama