CADL Sebuah Novel Tanpa Huruf E- Triskaidekaman

 


Novel yang berjudul CADL Sebuah Novel Tanpa Huruf E yang ditulis oleh Triskaidekaman ini melahirkan pengalaman baru yang luar biasa bagi pembacanya (khusunya saya secara pribadi). Selain alur dan ceritanya yang menarik, ini adalah kali pertama bagi saya pribadi membaca sebuah novel setebal hampir 300 halaman tanpa ditemui huruf E didalamnya kecuali dibagian halaman informasi bukunya. Bahkan sebenarnya pada bagian coverpun huruf itu ditutupi dengan efek blur.

Identitas Buku

Judul: CADL Sebuah Novel Tanpa Huruf E
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tanggal Penerbitan : Cetakan Pertama, 30 Maret 2020
Tebal Buku: 298 halaman
ISBN: 978-602-06-3958-1

Sinopsis Novel CADL Sebuah Novel Tanpa Huruf E (Pada Cover Belakang)

Jika kusisipkan Huruf Itu di antara huruf D dan huruf L, maka kita akan ingat pada orang-orang yang tak mampu lafalkan huruf R. Itu jugalah yang dialami warga Wiranacita. Namun, alih-alih huruf R, yang jadi tumbal adalah Huruf Itu. Lidah kami bukan lidah pilihan. Lidah rakyat sudah dilumpuhkan habis-habisan. Tak salah lagi: C-A-D-dan-L ini pastilah satu kata utuh. Ini bukan judul hasil cocok-cocokan atau akronim asalasalan. Ini judul yang disiapkan baik-baik.
 
***
Hidup rakyat Wiranacita kian rumit saat Huruf Itu dimusnahkan sang diktator, Zaliman Yang Mulia. Aturan bicara dibatasi, buku-buku mulai disortir, dan kamus harus diganti. Di balik larangan itu, ada rahasia suram dan kisah masa lalu yang ditutupi rapat-rapat. Saat satu-dua potongan rahasia itu muncul, Lamin hanya ikuti apa kata hatinya. Dia tak sadar akan ambang bahaya yang dia hadapi.

Ringkasan Alur Cerita Novel CADL Sebuah Novel Tanpa Huruf E

Novel berjudul CADL ini  mengisahkan tentang sebuah negeri yang bernama WIRANACITA. Sesuai dengan amanat Konstitusi Dasar Wiranacita pasal 8 pimpinan utama Wiranacita adalah ditaktor yang mana jabatannya diduduki secara autokratik (sampai mati).

Pada suatu masa hiduplah seorang anak muda bernama Gandhi, ia adalah seorang anak muda yang pada masa kuliahnya gemar menulis puisi-puisi miring yang berisi kritik terhadap Ditaktor. Gandhi mempunyai nama samaran untuk menyembunyikan dirinya dibalik puisi-puisi tersebut yaitu Bagus. Pada suatu saat Bagus mendengar nasihat dari seorang temannya, ia memutuskan untuk mengumpulkan puisi-puisinya untuk dikirimkan kepada Publisis. Hal ini dilakukannya karena ia membutuhkan uang. Namun ternyata Publisis tersebut merupakan kepunyaannya seseorang yang sangat membencinya.

Gandhi mengalami dilema karena ia mengganggap dirinya telah hidup bermuka dua. Disatu sisi bagus dalam dirinya menulis puisi-puisi kritik terhadap ditaktor namun disisi lain Gandhi sebagai seorang pegawai pada Staf Agrikultur Nasional yang artinya ia membantu ditaktor tersebut.

Pada saat ditaktor pada zaman itu sudah renta dan tua, ia tidak mempunyai istri apalagi keturunana untuk ditunjuk sebagai penurusnya. Lalu dipanggilah Gandhi sebagai sesorang pegawai yang ketika itu sedang naik daun karena dianggap telah menciptakan keajaiban dengan mengembangkan bibit-bibit pisang salah satunya berhasil membuat pisang yang tumbuh dilaut. Dengan proses yang singkat Gandhi dipilih sebagai ditaktor selanjutnya ia ditahtai Yang Mulia Zaliman.

Pada saat ia memerintah Zaliman memberikan banyak maklumat-maklumat aneh diantaranya, dengan larangan untuk menamai anak dengan nama binatang (padahal hal itu sangat disukai masyarakatnya), kemudian melarang penggunaan Huruf Itu. Tata bahasa Adikamus negeri itu dirombak total, semua orang yang menentang atau diam-diam menyimpan buku-buku yang berisi huruf itu akan hilang secara tiba-tiba. Dibalik itu sebenarnya Zaliman memburu manuskrip yang pernah dikirimkan bagus kepada salah satu Publisis. Ia dibayang-bayangi oleh Bagus.


Tokoh Novel CADL Sebuah Novel Tanpa Huruf E

Selain nama-nama yang disebutkan pada alur diatas ada juga pemuda yang bernama Lamin, ia hidup pada masa Zaliman memimpin. Lamin mempunyai jiwa muda yang sangat menggebu ia mengikuti kata hatinya yang haus akan penasaran tanpa tahu bahwa pencariannya tersebut mejebaknya dalam suatu bahaya.

Masih banyak tokoh-tokoh lain seperti Ivan yang merupakan orang ring 1 Zaliman sekaligus teman lamanya, yang mengetauhi masa lalunya dan Bagus. Hanam panglima ahli bobol yang ternyata mantan Lamin. Baby tunangan Lamin, Kas teman lamin yang menyimpan rahasia besar. Dan masih banyak tokoh lainnya.

Review Novel CADL Sebuah Novel Tanpa Huruf E

Bagian paling menyenangkan pada novel ini menurut saya terletak pada bagian endingnya, dimana tokoh-tokoh yang sangat mengesalkan dalam novel ini akhirnya mati. Penulis berhasil membuat pembaca terbawa emosi terhadap terhadap tokoh-tokohnya.

Hal Menarik 

Ada banyak hal menarik yang dapat ditemui dalam novel ini. Salah satunya adalah penggambaran rakyat Wiranacita yang menjadikan pisang sebagai makanan pokoknya sampai pepatah yang lumrah dengan makanan pokok kita pada kehidpan nyata ini digantikan dengan pisang.
Pisang sudah jadi bubur.

Hal menarik lainya yaitu penulisan nama tunangan Lamin yaitu Baby yang digantikan dengan emoticon binatang yang terdengar seperti pelafalan namanya.

Novel ini sejujurnya membuat bingung, tapi rapat akan makna. Menggambarkan banyak hal yang relate kehidupan kita sebagai masyarakat yang berbangsa. Terutama tentang kebebasan untuk berbicara.

Masih banyak Keunik-keunikan dan keseruan dari novel ini, tapi sayangnya mungkin jadi tidak seru kalau diceritakan dengan bahasaku. So (yaelah So) silahkan temukan sendiri. 

Akhir kata~ kepada editor dan terutama pembaca mohon maaf karena tulisan ini memiliki bahasa yang berbeda dari biasa heheh karena yang nulis kebiasaan santuy.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama