JANGAN IZINKAN DUNIA MEMBUAT ANDA TIDAK BAHAGIA

Apa kabarmu hari ini?. Baik-baik saja atau sedang gundah gulana?. Apakah hari ini begitu banyak pekerjaan, deadline, atau sebaliknya begitu bosan menjalani hidup sehingga muara segalanya membuat kita hampa dan berujung pada ketidakbahagiaan?. Hey, ingin ku katakan jangan inzinkan dunia membuat kita tidak bahagia. Mari, kita sempatkan membaca sejenak kiat berbahagia.

Tanda Kebahagiaan

Segudang tantangan hidup yang diberikan dunia, naik turunnya emosi kadang kita tidak bisa menakar apakah kita bahagia atau tidak, lalu apa saja tanda kebahagiaan?.

1.  Bersyukurlah

Masih bisa membaca tulisan ini bukan? berarti kita masih bisa bernapas let's say Alhamdulilllah. Hey, untuk  menumbuhkan rasa  bersyukur kita harus memiliki rasa cinta terhadap yang memberi nikmat, dan tidak menggunakan nikmat tersebut dalam hal-hal yang tidak disukai oleh sang pemberi nikmat. Jika kita masih bernapas, jangan gunakan napas itu untuk mencuri, berbohong, berbuat curang, jika tetap dilakukan maka kita mengikir kebahagiaan di dalam diri kita.


2. Sabar

Klise sekali bukan kata ini? tapi inilah adanya. Sabarlah maka engkau bisa menggandeng kebahagiaan. Kita harus menahan hati untuk tidak merasa marah terhadap ketentuan Allah SWT. Ini salah satu dari sifat sabar. Percayalah, ketika usaha sudah maksimal doa sudah dilangitkan dan hasil tidak sesuai rencana maka yakinilah itu yang terbaik. Semoga, kita menjadi manusia yang selalu bisa membaca hikmah.


3. Bertobatlah

Manusia itu tidak sempurna, pasti punya salah, pernah dengar kalimat tersebut?. Kalimat tersebut benar adanya tapi apa yang membedakan kita dengan manusia lain?. Setelah sadar melakukan kemaksiatan maka bertobatlah. Tobat akan menebalkan kebahagian. Ku beritahu 1400 tahun yang lalu, ada manusia yang berkepribadian mulia. Ia pun dijamin masuk surga namun ia tetap bertobat setiap hari dan beristighfar 100 kali sehari serta selalu meminta ampunan kepada Tuhan nya. Hayoo, tiket ke surga kita sudah ditangan atau masih abu abu?.


Membumikan Kimia Kebahagiaan

Menurut Al Ghazali ada empat elemen kimia kebahagiaan yaitu pengetahuan tentang diri, pengetahuan tentang Tuhan, pengetahuan tentang hakikat dunia, dan pengetahuan tentang hakikat akhirat.

1. Mengenal diri sendiri

Jembatan untuk mengenal Tuhan adalah mengenal diri sendiri. Siapakah diri kita dan dari mana kita berasal?. Kemana kah kita akan pergi?. Apa tujuan kita singgah ke dunia dan dimanakah kebahagiaan sejati dapat kita temukan. Kita harus bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas sebagai awal untuk mengenal diri. 

Kebahagiaan sejati tak bisa lepas dari mengenal Tuhan. Tiap bagian diri manusia menyukai segala sesuatu yang untuk ia diciptakan. Syahwat senang memenuhi ajakan nafsu, kemarahan menyukai balas dendam, mata menyukai pemandangan yang indah dan telinga senang mendengar suara suara merdu. Jiwa manusia diciptakan dengan tujuan agar ia menyerap kebenaran karenanya, ia akan senang dan tenang dalam upaya tersebut. 

(Al Ghazali)


2. Mengenal Tuhan

Barangsiapa yang mengenal dirinya, maka ia mengenal Tuhan. Kata banyak orang cinta adalah benih kebahagiaan. Oleh karena itu cinta kepada Allah dapat dipupuk dengan ibadah dan mengingat Allah secara terus-menerus. Hal ini bisa berdampak kepada kita yaitu dapat mengendalikan hawa nafsu, yang mana afsu yang buruk dapat mengikis kebahagiaan.


3. Mengenal dunia

Dunia sesungguhnya merupakan pasar atau panggung yang disinggahi oleh musafir dalam perjalanan mereka ketempat lain yaitu akhirat, disinilah mereka membekali diri dengan berbagai hal. Kita sering lupa bahwa kebutuhan di dunia hanyalah sandnag, pangan dan papan. Ketiga hal tersebut kita butuhkan agar jasad dapat menjadi tunggangan layak bagi jiwa dalam perjalanan alam berikutnya. Sayangnya, kita acap kali terjerumus dalam kesalahan yang tidak berbeda dengan peziarah Mekah yang melupakan tujuan ziarah menghabiskan seluruh waktu untuk memberi makan dan menghiasi hewan tunggangan. Intinya hampir semua orang terpedaya dengan apa yang ditawarkan dunia. Menurut Nabi Muhammad SAW, daya pikat dunia lebih kuat daripada sihir harut dan marut, kecuali jika kita mengawasi dan mengendalikan hawa nafsu dengan penuh dispilin. Beliau pun pernah bersabda sebagaimana diriwayatkan Ibnu Majah dan At Tirmidzi:

Dunia ini terkutuk dan segala sesuatu yang terdapat di dalamnya juga terkutuk, kecuali dzikir kepada Allah dan segala sesuatu yang mendukungnya.


4. Mengenal Akhirat

Tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas dalam hati manusia. Itulah nikmat yang disiapkan untuk orang yang bertakwa

(Abu Hurairah)

Beberapa ahli berpendapat bahwa jika kita ikut musnah ketika kita mati, kemudian baru dibangkitkan kembali. Pada kenyataannya, pendpaat ini bertentangan baik dengan al qur'an maupun nalar karena kematian jasad sama sekali tidak mempengaruhi apalagi menghancurkan jiwa. Allah SWT Berfirman :

Janganlah kamu mengira bahwa orang orang yang gugur di jalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup disisi tuhanya dengan mendapat rezeki...

(Ali Imran 169-170)

Orang yang mampu mengendalikan dunia dan serius mencintai Allah SWT akan menyambut kematian sebagai pelepasan dan keriuhan hidup duniawi guna benar-benar kembali kepada-Nya. Itulah mengapa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda yang diriwayatkan Imam Muslim “Dunia ini surga bagi orang kafir dan penjara bagi orang mukmin”.

Sumber : Buku The Islamic Way of Happiness

Penulis: Ainun Putri


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama