Work From Home (WFH) dan Ramadhan 1441 H Tingkatkan Traffic Penggunaan Internet di Tengah Covid-19

Era Digital

Indonesia pada era digital saat ini turut berpotensi menjadi the power of house bagi pasar digital internasional. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi Indonesia di persaingan pasar digital global berdasarkan hasil laporan Digital 2020 oleh We are social and hootsuite (28/04).

Namun, muncul pertanyaan besar, bagaimana kondisi di Indonesia menurut kaca mata digital internasional? Menurut data Digital 2020, peran Indonesia dinilai  cukup signifikan dalam mewarnai persaingan dunia digital. Beberapa kali Indonesia muncul dalam peringkat teratas. Meskipun sampai saat ini, We are Social belum melansir profil masing-masing negara yang masuk dalam laporan Digital tersebut.

Rangking Internet
sumber:wearesocial.com

Indonesia cukup sering muncul dalam peringkat teratas dalam laporan tersebut. Sehingga menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki peran besar di dunia digital saat ini. Sebagai negara yang terletak di wilayah Asia Pasifik, Indonesia menjadi bagian dari 4,3 milyar total penduduk di wilayah ini. Separuh lebih dari populasi tersebut, yakni sekitar 56% persen atau 2,42 milyar diantaranya sudah mendapatkan akses internet. Dan, tepat separuhnya, yakni sekitar 2,14 milyar penduduk telah menggunakan sosial media.

Hal menarik yang ditunjukkan dari data Asia Pasifik ini adalah, penggunaan internet terus mengalami peningkatan. Meski persentase jumlah populasinya tidak meningkat secara signifikan, namun pertumbuhan penetrasi internet terbilang cukup pesat. Dalam satu tahun terakhir misalnya, penetrasi internet total telah tumbuh 9,2 persen. Sementara penggunaan sosial media meningkat sebesar 9,8 persen dalam rentang Januari 2019 hingga Januari 2020.

Mungkinkah Indonesia mencapai tingkat penetrasi yang sama atau bahkan meningkat di tengah Pandemi Covid-19?

Pandemi Covid-19 atau yang lebih awam dikenal dengan Virus Corona menyebabkan perubahan besar terhadap kebiasaan masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Untuk meminimalisir penyebaran virus Covid 19, pemerintah melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) memerintahkan masyarakat untuk, belajar, beribadah, dan bekerja dari rumah (work from home/WFH) guna menekan angka penularan Covid-19. Bahkan, pemerintah melarang warga untuk mudik pada saat Ramadan dan lebaran Idul Fitri. Kebijakan itu direalisasikan dengan melarang moda transportasi umum untuk beroperasi mengangkut penumpang dari satu wilayah ke wilayah lain sejak tanggal 24 April 2020 silam atau tepatnya 01 Ramadhan 1441 H.

Keberadaan masyarakat di rumah selama Ramadan secara otomatis membuat trafik internet meningkat. Selain tetap untuk kepentingan bekerja dan belajar, internet dalam situasi saat ini telah menjadi sarana penting untuk kebutuhan hiburan masyarakat.
 


Telkomsel selaku penyedia layanan digital memprediksi selama bulan puasa Ramadan dan Idul Fitri 1441 Hijriah akan terjadi lonjakan trafik komunikasi berbasis layanan broadband sekitar 20 persen.  Sedangkan untuk trafik layanan legacy voice dan pesan singkat atau SMS diprediksi akan mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hari normal. Hal itu juga didorong dengan semakin kuatnya adopsi masyarakat dalam pemanfaatan layanan broadband dan digital untuk mendukung produktivitas saat beraktivitas dari rumah di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

Sementara itu, Xl Axiata memprediksi lonjakan trafik pada ramadan sekitar 15-20 persen, sedangkan untuk layanan percakapan melonjak sekitar 5 persen dan untuk layanan SMS trafiknya relative stabil. "Berdasarkan data trafik lebaran tahun sebelumnya, umumnya kenaikan trafik akan terjadi di kota-kota Bandung, Cirebon, Tegal, Semarang, Surabaya, Madura, Medan, Lampung, Makassar, Banjarmasin, Lombok," ujar Plt Chief Techology Officer XL Axiata I Gede Darmayusa.

Peningkatan yang signifikan juga dirasakan Smartfren. Perusahaan ini turut mencatat kenaikan layanan data 10-15 persen dari Februari hingga Maret 2020. "Akses layanan data memang sudah meningkat sekitar 10 persen sampai 15 persen dari bulan Februari ke Maret, namun kondisi jaringan masih normal. Kapasitas jaringan Smartfren memadai jika ada lonjakan penggunaan data, karena kita telah mempersiapkan jaringan terkait adanya potensi peningkatan pemakaian layanan data di sejumlah wilayah akibat masyarakat yang mulai bekerja dan belajar di rumah," kata Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys, dalam keterangan resmi.

Perubahan pola aktivitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19 nyatanya turut berpengaruh terhadap pasar digital Indonesia. Berbagai pekerjaan dan aktivitas yang dilakukan secara online, secara tidak langsung meningkatkan angka trafik internet Indonesia. Hal ini dapat menjadi angin segar bagi para pelaku usaha penyedia layanan internet dan provider. Selain itu, kondisi ini juga turut menjadikan Indonesia berada di posisi teratas sebagai konsumen internet di pasar digital internasional.

Sumber :
https://infokomputer.grid.id/read/122068428/banyak-orang-indonesia-wfh-trafik-data-internet-di-perumahan-melonjak?page=all
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200424135108-185-496945/trafik-internet-akan-melonjak-selama-puasa-ramadan-imbas-psbb
https://wearesocial.com/blog/2020/01/digital-2020-3-8-billion-people-use-social-media

Penulis : Aintazar

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama