Menyelami Hikmah Sejarah Skuad Maroko

Gegap gempita Piala Dunia memancing kita untuk kembali menyelami sejarah peradaban lampau nan agung lagi gemilang. Tidak kurang 800 tahun lebih Islam menyinari cahaya di Andalusia dan semenanjungnya dengan paripurna yang sekarang kita sebut Spanyol, Portugal, dan sebagian Prancis. 


Di Andalusia Islam menyinari dengan ilmu pengetahuan, peradaban, dan kemanusiaan selama 800 tahun. Kaum Muslim mengusasi kota-kota penting seperti Toledo, Saragosa, Cordoba, Valencia, Malaga, Seville, Granada dan lain sebagainya, mereka membawa panji-panji ke-Islam-an, baik dari segi Ilmu pengetahuan, kebudayaan, maupun segi arsitektur bangunan.


Kitab Ar-Rujari, sebagai salah satu buku yang menjelaskan tentang peta dunia terlengkap, akurat, serta menerangkan pembagian-pembagian zona iklim di dunia merupakan hasil karya Al Adrisi dari Andalusia. Selain itu, dunia barat sering meyebutnya  Averroes yang nama lengkapnya adalah Abdul Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad Ibnu Rusyd. Ibnu Rusyd adalah penulis Kitab Kuliyah fith-Thibb (Encyclopaedia of Medicine) yang terdiri dari 16 jilid,diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dengan nama "General Rules of Medicine" sebuah buku wajib di universitas-universitas di Eropa. Kemudian,  Ibnu Bajjah seorang fisikawan, astronom, filsuf, dokter, dan psikolog era Umayyah Spanyol. Ia memiliki pemikiran dalam bidang fisika bahwa setiap reaksi pasti akan menimbulkan aksi. Pemikirannya itu memberi pengaruh pada fisikawan setelahnya, seperti Newton dan Galileo.


Selain itu, banyak peninggalan bangunan juga di masa kejayaan islam ini antara lain Mezquita (Masjid) Cordoba, sudah berapa lama ya azan tidak berkumandang disini.


                                                   Minaret Sevilla  (Menara Masjid)



La Giralda


Sumber: pixabay.com/Limbyungjei


Alcazar Sevilla

Sumber : Viator


Laga Maroko vs Spanyol yang lalu, seperti membuat deja vu para penggemar sejarah  visualisasi Roderic vs Thariq bin ziyad di lembah barbarte. Dilanjutkan dengan laga Portugal vs Maroko dan kembali dimenangkan oleh Maroko. Namun, Maroko harus terhenti setelah kalah oleh Prancis. Dilain kesempatan kita akan membahas kaitan sejarah kita dengan Prancis salah satunya di Pertempuran Tours tahun 732.


Laga di lapangan hijau memang tidak bisa kita sandingkan dengan medan jihad dulu, namun yang terjadi sekarang bisa membuat kita kembali mencari hikmah, mengingat, dan tahu tentang kisah sejarah kita yang luar biasa. Maroko banyak memberi kita inspirasi nilai sebagai manusia tentang bagaimana memuliakan seorang ibu, bersyukur ketika menang apalagi kalah, dan terlebih lagi sebagai seorang muslim maroko tidak pernah lupa tentang saudara kita yaitu Palestina. Terkadang kita hanya "aware" dengan Palestina ketika terjadi agresi besar-besaran tapi lupa bahwa sebenarnya agresi itu terjadi setiap hari dan tentunya Al Aqsha belum bebas. 


Semoga kita terpanggil untuk menyelami sejarah kita dan bisa terus mengambil hikmah dari setiap peristiwa.




Post a Comment

Gunakan kata yang baik dan sopan dalam berkomentar ya

Lebih baru Lebih lama