Kenapa Ya Cara Pemberian Nama Seseorang Bisa Beragam?


    Pemberian nama memang diharapkan sebagai doa untuk seseorang. Selain itu, nama berfungsi untuk menjadi identitas unik seseorang agar mudah dikenali dan membedakannya dengan individu lainnya. Selain dari bentuk wajah, jenis kelamin, bentuk atau model rambut, nama merupakan atribut penting sebagai pembeda seseorang. Adanya sebuah identitas berupa nama, memudahkan komunikasi antara 2 orang atau lebih. Tapi kalian sadar enggak? beberapa orang ada yang punya nama belakang yang sama, ada yang punya nama lebih dari 2 suku kata dan bahkan ada yang cuma punya satu suku kata di namanya, kenapa ya cara pemberian nama orang bisa beragam begitu?.

 

 person holding baby's index finger

 

     Aturan pemberian nama pun berbeda-beda di setiap sudut muka bumi ini, entah itu secara tertulis atau pun tidak tertulis. Perbedaan itu dilatarbelakangi perbedaan budaya di setiap tempat, contohnya adalah di dalam pemberian nama di Jepang, setelah Restorasi Meiji di sekitar tahun 1870-an yang mengakibatkan setiap anak yang lahir biasanya akan memiliki 2 nama. Nama depan dan nama belakang, nama depan diperuntukkan sebagai nama keluarganya dan nama belakang yang merupakan nama asli orang tersebut. Contohnya seperti Hashimoto Kana, di mana Hashimoto adalah nama keluarganya dan Kana adalah nama asli orang tersebut.


    Beda lagi dengan aturan pemberian nama di Eropa, contohnya di Islandia yang biasanya nama belakang seseorang diambil dari nama depan orang tuanya ditambah imbuhan -son untuk laki-laki dan -d√≥ttir untuk anak perempuan. Contohnya seperti nama seseorang pemain sepak bola Birkir Bjarnason, Birkir adalah nama depannya, sedangkan Bjarnason diambil dari nama depan ayahnya yang bernama Bjarni Sveinbj√∂rnsson. Islandia pun memiliki sebuah komite bernama Mannanafnanefnd dalam mengurus pemberian nama tersebut berdasarkan patokan budaya yang telah dibuat.

 

Lalu bagaimana dengan Indonesia?

    Di Indonesia sendiri, pemerintah tidak memiliki aturan khusus soal pemberian nama ini, tapi di beberapa suku atau budaya di Indonesia juga memiliki beberapa aturan. Contohnya seperti suku batak yang memberikan nama marga sebagai nama belakang, seperti “Nasution" dan "Harahap”.  Walau tidak memliki aturan khusus, dilansir dari Direktorat Jenderal Dukcapil Zudan Arif Fakrulloh, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia mempunyai saran dalam pemberian nama. 

 

1. Tidak menggunakan simbol

    Pemberian nama anak disarankan menggunakan huruf saja tanpa simbol simbol seperti % dan semacamnya. Kata Pak Zudan, "Kita sudah ada aturan umum dalam pemberian nama, dalam pencantumannya di Dukcapil itu nama tidak boleh menggunakan simbol".

 

2. Tidak menggunakan "alias"

     Memberikan kata “alias” dalam sebuah nama juga tidak disarankan, karena “alias” akan dihitung sebagai nama di dalam kartu identitas.

 

3. Tidak boleh adanya penyingkatan nama

    Tidak disarankan menyingkat nama seseorang contohnya jika orang bernama Muhammad dan Muhammad itu disingkat jadi satu huruf M, maka M itu akan dianggap nama di kartu identitas.

 

4. Harus mudah dieja

    Sebaiknya menghindari penggunaan nama dengan huruf konsonan dan vokal  ganda agar nama mudah dieja, diingat dan lebih penting lagi tidak terjadi kesalahan dalam pencatatan. 


5. Tidak boleh terlalu panjang

     Apabila nama terlalu panjang, pada beberapa kartu identitas, nama tersebut akan disingkat, sehingga bisa jadi akan menyulitkan dalam verifikasi identitas sang pemilik suatu hari nanti.

 


    Setelah mengetahui beberapa fakta tersebut, alasan cara pemberian nama seseorang bisa beragam tergantung pada budaya dan kultur daerah tersebut yang mengatur soal pemberian nama tersebut. Di Indonesia sendiri, walaupun cenderung bebas dalam pemberian nama tetapi norma norma yang ada di masyarakat juga menjadi aturan tak tertulis untuk mengatur nama seseorang untuk memiliki arti dan nilai yang baik.

 

    Akhir kata, nama merupakan identitas unik yang semestinya memiliki arti dan nilai yang baik, jadi kalau nanti punya kesempatan untuk memberikan nama, berilah nama yang mempunyai arti dan nilai yang baik ya.

 

 

Sumber :

http://dispendukcapil.bangkalankab.go.id/baca-290-saran-dari-dukcapil-terkat-nama-anak
https://wkwkjapan.com/budaya-kehidupan/pemberian-nama-di-jepang/
https://www.panditfootball.com/cerita/205502/AFH/160621/islandia-menjaga-budaya-negara-melalui-nama-son


Post a Comment

Gunakan kata yang baik dan sopan dalam berkomentar ya

Lebih baru Lebih lama