Puisi : Asa

 

Ia layaknya bara mengitari rintangan

Tak bisa dilewati karena berkobar

Ia layaknya taman bertahta pada ancala yang angkuh

tinggi, silau, dan tak bisa digapai


Namun, Ia seperti bagaskara yang memeluk dunia

menghangatkan, bukan hanya simbahan tubuh 

Namun, ia menyinari jiwa

dersik, di dalam jiwa

Sumber : Unsplash


Gamang hati mengwujudkannya

hanya bisa menari di atas kertas

takut, hanya menjadi halai balai semata

tak berbentuk, lenyap dalam goresan tinta


Ujar Tuan kepada Puan tetap lah berdiri

bukan untuk Kama tapi menjaga kalis

Pancarkan anala pada setiap langkah

ia yang seperti tak tergapai lambat laun akan datang 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama