Oktober Mengenal, November Berakhir Hujan

November Hujan, november rain
sumber: unsplash


Part 1.

Apa yang mengawali sebuah kisah percintaan yang panjang dan menyenangkan? Hingga sebagian dari sekuel kisah itu tertulis rapi di dinding pajangan rak buku para kolektor, kutu buku, perpus, toko-toko, gerai, hingga pinggiran-pinggiran jalan. Sebagaimana perjalanan ini dimulai, setiap hal selalu punya awal. Seperti itu pula semuanya punya akhir. Sebermula dari sana, tetap saja akhir dari sebuah kisah lah yang ditunggu-tunggu.


Benar, tidak semua kisah percintaan berakhir menyenangkan sebagaimana penulis sebutkan diawal. Juga artinya sebagian dari kisah tersebut pahit dan terlalu singkat dirasakan. Keduanya kontras, sama seperti bila seseorang diberi pilihan untuk tetap tinggal atau memilih untuk pergi. 


Awalnya kupikir pilihan selalu ada dua saja, kalau bukan “iya” maka pilihan nya “tidak”. Namun ternyata tidaklah demikian, selalu ada pilihan ketiga dan keempat. Bila kamu dihadapkan pada situasi yang mengharuskan mu untuk bertahan dengan seorang yang sedang bersamamu atau pergi meninggalkannya. Ternyata pilihan tidak sebatas disana, selalu ada pilihan lain saat kamu sendiri menciptakan pilihan ketiga yaitu memilih kembali kepada seorang yang baru saja kamu lepas. Ya, hebat. Untuk urusan itu, sampai ke tulangpun penulis juga tak paham.


Oktober

Kabut tebal menyelimuti bulan Oktober yang lalu seketika pupus, runtuh dan tersapu saat mengenal seseorang yang merupakan setitik terang dalam gelap yang hilang arah. Masing-masing diri yang mengakrabkan, dari perkenalan singkat, menjadi teman, tak pelak pertemuan demi pertemuan menghadirkan perasaan. Ya secepat itu mengenal, bersama, hingga tak disangka secepat itu pula akhirnya selesai.


Tidak ada pembatas antara jarak dan waktu, keduanya bersisian. Bila satu mendahului maka yang satu akan menghancurkan. Kenyataan yang tak sejalan dengan keinginan dan harapan adalah wujud dari ketidaksejajaran antara keduanya. Maka salah satu darinya akan jadi biang yang menghancurkan! Entah berawal dari mana akhir dari kisah singkat ini, pelajaran menarik darinya adalah berhenti menjadi obat bagi yang tak ingin sembuh.


November

November kali ini benar-benar dingin. Bukan sekedar karena tersapu hujan, lebih dari itu November ini diikuti perasaan yang tersapu oleh perpisahan. Orang-orang datang sebentar sejenak atau lama bila cuman singgah tetap saja ujung-ujungnya akan pergi. Satu-satunya yang tertinggal adalah ingatan. Ingatan tentang seseorang yang baik datang dengan kebahagian, seseorang yang hebat datang dengan kenangan dan seseorang yang buruk datang dengan pelajaran. 


Tak usah menyalahkan sebab ini bagian dari petualangan. Karna yang singkat bukan perihal mengenalnya, tapi durasi hubungan bersamanya. Seberapa kuat hubungan akan bertahan saat pertemuan sulit didapatkan? Silahkan tanya pada mereka yang mampu bertahan, juga pada mereka yang kandas ditengah jalan. Satu hal yang perlu diingat, sekuat-kuatnya keinginanmu untuk bersamanya bila kamu hanya sekedar tempat berpindah singgah untuk hati yang belum selesai dengan masa lalunya, jangan salahkan diri saat dia pergi terlalu dini!


Kisah ini telah usai, namun ceritanya baru saja dimulai,


Namun kekasih selalu datang dan pergi
Dan tak seorangpun benar-benar yakin siapa yang akan pergi hari ini
Berlalu pergi
Andai kita bisa memanfaatkan waktu
Untuk berkata jujur
Aku bisa merasa tenang
Karna tahu bahwa kau adalah milikku
Benar-benar milikku
Jadi jika kau ingin mencintaiku
Maka Sayang jangan kau tahan
Atau akhirnya aku kan berlalu
Di musim hujan bulan November yang dingin


Sumber; Makna lirik lagu November Rain

 

1 Komentar

  1. pelajaran menarik darinya adalah berhenti menjadi obat bagi yang tak ingin sembuh. Hmm. Baiklah:)

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama