Self Harm To Self Love : Menyakiti Lalu Mencintai - Solusi Menurut Islam

Bahagia, gunung, self-love

Belakangan ini di media sosial sedang hangat-hangatnya membahas soal Self-Harm dan Self-Love. Hal ini bukan berarti istilah tersebut baru ada di zaman sekarang, tetapi kesadaran dan kepedulian manusia  terhadap dirinya sendiri untuk  memperoleh kehidupan yang lebih bahagia kian meningkat hingga sampai saat ini.

 

Self-harm itu sendiri merupakan kegiatan menyakiti fisik diri sendiri dengan secara sengaja dan hal ini dianggap sebagai salah satu cara agar hati menjadi tenang. Adapun yang membuat alasan, "Daripada menyakiti orang lain toh lebih baik menyakiti diri sendiri."

 

Padahal alasan tak berdasar tersebut sangatlah berbahaya. Agama islam memandang hal ini sebagai perilaku yang dilarang. Bukan cuma menyakiti orang lain yang tidak diperbolehkan, tetapi juga menyakiti diri sendiri termasuk yang Allah larang untuk dilakukan. Hal ini disampaikan dalam firman-Nya sebagai berikut:

 

“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka Allah akan memberikan kepada mereka dengan sempurna  pahala amalan-amalan mereka; dan Allah sangat benci kepada orang-orang yang zalim.”  (QS. Ali ‘Imraan: 57)

 

Pada ayat tersebut jelas Allah sangat membenci orang-orang yang berperilaku zalim, baik itu kepada orang lain ataupun kepada diri sendiri. Menyakiti diri sendiri termasuk sebagai perbuatan zalim dan tidak bersyukur atas nikmat yang telah Allah beri kepada kita sebagai umat manusia. 

 

Disisi lain yang menyebabkan seseorang melakukan Self-harm Menurut Ns. Winda Ratna Wulan, M.Kep., Ns., Sp.Kep.J, yakni Pengalaman masa kecil dan pola asuh. Ketika perasaan negatif menumpuk akhirnya ia menahan emosi. Ketika orang lain memberikan respon yang kurang baik, respond seperti itu tanpa disadari membuat seseorang menjadi tidak terbiasa mengeluarkan emosi akhirnya yang melakukan self-harm.

 

Orang yang melakukan Self-harm beranggapan bahwa melukai diri sendiri itu dapat membuatnya lebih baik. Karena perbuatan itu dapat meredakan sakit emosional yang mereka alami seperti penyakit mental, trauma, depresi dan psikologis yang terganggu. Kegiatan yang biasa dilakukan untuk menyakiti diri ini antara lain, mencakar, menyayat, memukul, menggigit dan lainnya.

 

Kemudian, kebalikannya dari self-harm ialah self-love. Self-love merupakan sebuah perilaku untuk lebih menghargai dan menyayangi diri sendiri. Perilaku ini dianggap mampu untuk membuat seseorang berpikir positif dalam menghadapi sifat yang emosional. Dan perilaku self-love ini menjadi solusi serta bentuk pencegahan dari self-harm. Adapun cara yang dapat dilakukan untuk menerapkan self-love:

 

1.    Kenali diri sendiri

Sebelum jauh melangkah, ada baiknya kita mengenali diri kita sendiri. Mulai dari hal apa saja yang kita sukai dan hal apa saja yang kita tidak suka atau ditakuti. Dengan mengenal diri sendiri maka kita akan menjadi pribadi yang mampu mengendalikan diri ke arah yang positif.


2.    Berhenti mengikuti standar yang orang lain buat

Percaya bahwa setiap orang memiliki kriteria suksesnya masing-masing. kita tidak perlu terus membandingkan diri dengan orang lain bahkan sampai khawatir terhadap omongan tetangga. Yang menentukan target dan tujuan kesuksesan kita adalah diri kita sendiri. Jadi berhentilah untuk mengikuti standar yang orang lain buat.


3.    Menjaga kesahatan tubuh

Dalam proses untuk membentuk jiwa yang sehat, tentu kita harus memiliki tubuh yang sehat. Maka mulai dari sekarang perhatikanlah kondisi tubuh dengan menjaga pola hidup sehat seperti makan makanan bergizi serta rutin berolahraga


4.    Bergaulah dengan orang-orang yang memiliki pengaruh positif

Lingkungan menjadi faktor penting terbentuknya self-love. Jiwa yang sehat lahir dari lingkungan yang sehat. Bergaul dengan orang-orang yang senantiasa melakukan hal kebaikan akan membuat diri kita terdorong untuk melakukanya juga. Misalnya bergabung komunitas sosial, komunitas baceday, lembaga dakwah kampus dan organisasi lainnya.

 

5.    Meningkatkan iman kepada Tuhan

Cara selanjutnya adalah meningkatkan iman kepada Allah. Percaya apa yang diperintahkan dan dilarang-Nya adalah kebaikan buat diri kita sendiri serta percaya bahwa dengan mengingat-Nya sepanjang saat akan membuat hati tentram. Sebagaimana Allah berfirman : 

 

“Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, Maha Terpuji.” (QS. Luqman : 12)

*** 


Meski self-love penting buat diri terhindar dari self-harm. Bukan berarti kita bebas tanggung jawab terhadap lingkungan kita. Tetaplah berbuat baik kepada sesama dan apabila disekitar kita terdapat teman yang melakukan self-harm maka janganlah biarkan dia sendiri dan ajaklah dia untuk melakukan kegiatan positif. Hal ini akan mencegah dia melakukan self-harm. Kemudian, agar bisa sembuh total maka perlu diajak berkonsultasi dengan psikolog.



Post a Comment

Lebih baru Lebih lama