Lesu? Pahami Gejala dan Solusinya!




            Badan terasa lemas tak bertenaga, sering mengantuk, gemetaran hingga merasa lesu, bisa dialami oleh siapa saja. Terlebih saat tubuh berada dalam kondisi kurang baik, entah karena penyakit fisik atau mental. Penyebab badan lemas tak bertenaga sangat beragam. Ada yang disebabkan oleh masalah ringan, seperti kurang istirahat dan asupan gizi, sampai ada yang disebabkan oleh masalah serius, seperti gangguan kesehatan asthenia.

Lelah dan lesu pernah dialami semua orang. Kondisi lelah dan lesu yang luar biasa kerap membuat kita susah fokus bekerja. Kelelahan pun menjadi topik yang sering diteliti para ilmuwan. Salah satunya adalah riset yang dilakukan ahli dari University of Gothenburg di Swedia. Mereka mencari tahu dan mengukur tingkat kelelahan yang dialami manusia. Risetnya mengungkapkan bahwa kondisi kelelahan dan lesu muncul saat seseorang tidak mampu mempertahankan kekuatan.

Sebuah artikel dari laman kesehatan menguraikan beberapa penyebab lesu, yakni:

1.      Faktor gaya hidup. Lesu dari kelelahan bisa muncul ketika kita terlalu banyak aktivitas fisik atau juga kurang beraktivitas. Faktor lain yang dapat memicu kelelahan antara lain kurang tidur, obesitas, stres emosional, bosan, sedih, mengonsumsi obat tertentu (anti depresan atau obat penenang termasuk obat-obatan terlarang), minum alkohol, terlalu banyak minuman berkafein, dan juga kurang mengkonsumsi makanan bergizi.

 

2.      Kondisi kesehatan fisik. Banyak kondisi medis juga dapat menyebabkan lesu.  Dari laporan WebMD, lesu bisa menjadi gejala dari penyakit anemia, alergi, pilek dan flu, kegelisahan, penyakit jantung, fibromyalgia, rheumatoid arthritis, sleep apnea, diabetes tipe 2, radang sendi, dan sindrom kelelahan kronis infeksi. Selain itu, ada juga kondisi kesehatan fisik lainnya yaitu penyakit Addison, gangguan yang dapat memengaruhi kadar hormon Anda hipotiroidisme, atau tiroid yang kurang aktif hipertiroidisme, atau tiroid yang terlalu aktif gangguan tidur, seperti insomnia. Gejala penyakit lain seperti anoreksia, gangguan autoimun, gagal jantung kongestif, kanker, penyakit ginjal, penyakit hati, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), empisema, serta depresi juga bisa memicu lesu.

 

3.      Masalah kesehatan mental. Kondisi kesehatan mental juga dapat menyebabkan lesu. Misalnya, kelelahan dari gejala umum seperti kecemasan, depresi, dan gangguan afektif musiman. Bahkan dalam beberapa kasus, kelelahan Anda mungkin disebabkan oleh kondisi medis yang serius, dengan gejala pendarahan dubur, muntah darah, sakit kepala parah, rasa sakit di daerah dada Anda. Pingsan, detak jantung tak teratur, sesak napas, sakit parah di perut, punggung, atau daerah panggul Anda, pikiran bunuh diri atau melukai diri sendiri. Hal normal jika seseorang merasa lesu atau kelelahan sesekali. Namun, jika seseorang sangat sering merasa lesu, harap segera cek kondisi kesehatan ke tim medis untuk mengetahui gejala pasti yang Anda alami

 

Lalu bagaimana cara mengatasi lesu?

 

Sejumlah tindakan dapat membantu mengurangi rasa lesu yang disebabkan oleh kegiatan sehari-hari. Ketika Anda merasa lesu setelah berlama duduk di kursi kerja, sebaiknya Anda bangun dan berjalan di sekitar lingkungan Anda, lalu berusahalah untuk menggerakkan badan pikiran Anda. Selain itu, Anda bisa mencoba untuk bermain puzzle atau mendengar musik sembari bernyanyi mengikuti lantunan lagunya. Itu akan membantu mengurangi rasa lelah dan lesu Anda.

 

Untuk membantu meningkatkan tingkat energi dan kesehatan Anda secara keseluruhan, Anda juga dapat melakukan beberapa hal berikut:

·         Minum cukup cairan agar tetap terhidrasi

·         Berlatih kebiasaan makan sehat

·         Berolahraga secara teratur dan tidur yang cukup

·         Hindari penyebab stres yang diketahui

·         Hindari jadwal kerja atau sosial yang terlalu menuntut

·         Kegiatan santai

 

Yuk sob, segera lakukan tindakan pencegahan dan tetap semangat ya!.

  






1 Komentar

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama