Tebar Kebaikan, Komunitas ini Bahu Membahu Berikan Bantuan Selama Pandemi di Sumsel


Pandemi Covid-19 turut menyebar diberbagai wilayah di Sumatra Selatan. Kota Palembang menjadi kota pertama yang memiliki temuan kasus pertama pada Maret lalu. Kasus infeksi virus Corona ini pun terus meningkat tajam. Karena itu, sesuai dengan peraturan protokol covid-19, pemerintah provinsi Sumatera Selatan meminta untuk seluruh kegiatan usaha, lembaga pendidikan, hingga pemerintahan terpaksa melakukan kegiatannya secara Work From Home (WFH). Tidak hanya itu, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) turut diberlakukan di 2 kota yang berstatus zona merah, yakni kota Palembang dan Prabumulih. 

Berbagai masalah baru pun terus bermunculan sebagai akibat dari kebijakan dan fenomena covid-19. Menariknya, ditengah merebaknya pandemi covid-19 terdapat anak-anak muda yang tergabung dalam berbagai komunitas yang saling bahu membahu memberikan bantuan serta melakukan berbagai upaya dalam menangani pencegahan penyebaran Covid-19 di Sumatra Selatan. Penasaran siapa saja mereka?? Check it out! 

Sinergi Sriwijaya – “Berikan ribuan masker, hand sanitizer, hingga sembako

Sejak merebaknya covid-19 di kota Palembang, komunitas Sinergi Sriwijaya menyelenggarakan 3 program utama dalam membantu menangani berbagai masalah di tengah pandemi. Ketiga program tersebut antara lain, program edukasi, aksi, dan berbagai. Melalui program itulah, Sinergi Sriwijaya terus aktif dan konsisten memberikan bantuan kepada masyarakat. 

Rendahnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang virus corona atau Covid-19 membuat Sinersi Sriwijaya turut memberikan edukasi kepada masyarakat melalui media tulis, hingga sosialisasi langsung kepada masyarakat. Selain itu, dalam program aksi, Sinergi Sriwijaya juga turut mengadakan kegiatan penyemprotan cairan disinfektan di berbagai fasilitas umum, seperti masjid, stasiun LRT, hingga beberapa panti asuhan di kota Palembang. Untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat yang masih bekerja ditengah pandemi, Sinergi Sriwijaya juga turut memberikan 4.000 pcs masker kepada ojek online, pedagang, petugas kebersihan, hingga pemulung, dan turut memberikan 200 hand sinitizer di beberapa titik seperti lingkungan perkantoran hingga stasiun LRT.

Melalui kegiatan “Berbagi Sembako Harapan Hidup”. Sinergi Sriwijaya juga turut memberikan sempako kepada masyarakat yang terdampak dari fenomena covid-19. 

“Kegiatan Berbagai sembako ini kita berikan kepada mereka yang saat ini kehilangan pendapatan, seperti pedagang kaki lima. Selain itu, bantuan ini juga kita berikan kepada para ojek online, guru ngaji, asisten rumah tangga, hingga buruh harian. Lebih kurang sudah 1.000 paket sembako yang sudah kita sebarkan” Ungkap Aidil, Manajer Program Sinergi Sriwijaya saat dihubungi tim Baceday Media. 

Dompet Dhuafa Volunteer Sumsel – “Turut berikan bantuan kepada kaum dhuafa, fakir dan miskin

Didukung oleh lembaga zakat “Dompet Dhuafa”, komunitas Dompet Dhuafa Volunteer (DDV) Sumsel turut aktif memberikan perhatian dan berbagai bantuan sebagai bentuk kepedulian mereka terhadap masyarakat di tengah pandemi Covid-19. DDV sendiri merupakan komunitas yang berada di bawah naungan langsung dari Dompet Dhuafa. Singkatnya, DDV Sumsel ini dapat dikatakan sebagai tangan kanan dari Dompet Dhuafa dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan amal dan sosial.

Selama pandemi, komunitas DDV Sumsel turut aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan dalam mendukung pencegahan penyebaran Covid-19. Pada pertengahan Maret lalu, DDV sumsel turut melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan di 54 titik masjid dan fasilitas umum di kota Palembang. 

Sementara itu, pada bulan Ramadhan lalu DDV Sumsel juga mengadakan beberapa agenda sosial, yaitu “Pembagian sembako” dan “Ketuk Pintu”. Kegiatan bagi-bagi sembako sendiri dilakukan di 3 wilayah berbeda sekaligus, yakni kota Palembang, Kabupaten Banyuasin, dan Kabupaten Ogan Ilir. Penerima manfaat dari bantuan ini pun mencapai ± 100 penerima. Pada program ketuk pintu, DDV secara langsung memberikan bantuan sembako ke rumah-rumah warga (door to door) dalam memberikan bantuan. Kegiatan ini juga dilakukan di kota Palembang dan Kabupaten Banyuasin. 

Meskipun mengadakan kegiatan sosial di tengah Pandemi, menurut Muhammad Ilman Satyo, Koordinator DDV Sumsel tetap mengikuti protokol kesehatan pencegahan Covid-19, mulai dari tidak mengadakan kerumunan selama kegiatan, membagikan sembako langsung ke rumah-rumah, hingga mengatur para volunteer yang bertugas memberikan bantuan. Hal tersebut rupanya tidak mengurangi semangat para volunteer untuk dapat memberikan manfaat dan membantu masyarakat. 

“Untuk kesulitan, sejauh ini kendala/kesulitan yang ada itu cuma dari internal, kita sering kali sulit dalam menyamakan waktu untuk melaksanakan agenda kegiatan. Kebetulan karena para volunteer kita ini tidak berada di satu wilayah yang sama, serta memiliki background yang berbeda-beda juga” ungkap Ilman Satyo saat dihubungi tim Baceday beberapa waktu lalu.

Komunitas DDV Sumsel dapat dikatakan sebagai salah satu komunitas sosial yang memiliki cakupan penyebarannya cukup luas di Sumsel. Pasalnya, komunitas ini tidak hanya berada di kota Palembang, namun memiliki 2 chapter (wilayah) lainnya yakni kota Prabumulih dan Lubuk Linggau, serta memiliki 400-500 volunteer.

Diakhir kesempatan interview, Ilman pun berpesan kepada masyarakat untuk kiranya tetap mengikuti protokol kesehatan yang ada. “Buat masyarakat, tetap jaga kesehatan, ikutilah protokol kesehatan demi kesehatan kita semua, dan untuk anak-anak DDV Sumsel juga tetap jaga kesehatan dan bersiaplah untuk berbagai kegiatan seru yang akan kita adakan ke depan” ungkap Ilman yang juga lulus Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya. (frl)


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama