Menuju Musim Semi Pasca Pandemi

Hingga kini, jumlah kasus Covid-19 yang terkonfirmasi per 26 Juni 2020 mencapai 9.413.289 kasus pada 216 negara di dunia. Meski jumlah kasus terus bertambah, namun kekhawatiran masyarakat diprediksi akan segera mereda. Sejak pandemi melanda, berbagai organisasi publik maupun swasta telah bekerja sama dengan Kementrian Kesehatan untuk melakukan penelitian guna menemukan vaksin untuk menangani virus ini. Vaksin dibuat tidak lain ditujukan untuk menjadikan sistem kekebalan tubuh seseorang agar dapat melawan organisme penyebab penyakit. Kabar baiknya adalah Dr. Anthony Fauci, seorang pakar penyakit menular ternama di Amerika Serikat menyatakan bahwa vaksin corona dapat ditemukan pada akhir 2020 atau awal 2021.

Normalnya, butuh satu dekade untuk mengembangkan, menguji, serta melisensikan sebuah vaksin baru. Namun pada pandemi ini, banyak developer melakukan hal-hal paralel yang biasanya dilakukan secara berurutan, seperti halnya perusahaan meningkatkan kapasitas produksi dengan membuat ratusan juta dosis meskipun vaksin tersebut belum terbukti bekerja. Kegiatan tersebut menyebabkan semua proses terkait pembuatan vaksin berlangsung lebih cepat dari umumnya. Bahkan, Kepala Peneliti WHO, Soumya Swaminathan memprediksi bahwa vaksin corona sudah mulai bisa diproduksi akhir tahun ini.

"Jika kita beruntung, akan ada satu atau dua kandidat (vaksin) yang akan selesai sebelum akhir tahun ini," kata Swaminathan pada sebuah konferensi pers virtual.

Saat ini terdapat ratusan vaksin yang menjadi kandidat. Vaksin ini kemudian akan melalui proses evaluasi klinis (uji coba vaksin ke dalam tubuh manusia) sebelum dinyatakan layak untuk digunakan. 

Kandidat Vaksin yang Diuji Coba Bulan Mei 2020
Dilansir dari CNN Indonesia, terdapat 16 vaksin yang telah memasuki tahap uji coba manusia, antara lain:
  1. University of Oxford/AstraZaneca, Inggris, Fase 3
  2. CanSino Biological Inc./Beijing Institute of Biotechnology, China, Fase 2
  3. Moderna/NIAID, Amerika Serikat, Fase 2
  4. Wuhan Institute of Biological Products/Sinopharm, China, Fase 1.2
  5. Beijing Institute of Biological Products/Sinopharm, China, Fase 1/2
  6. Sinovac, China, Fase 1/2
  7. Novavax, Amerika Serikat, Fase 1/2
  8. BioNTech/Fosun Pharma/Pfizer, Jerman, Fase 1/2
  9. Institute of Medical Biology, Chinese Academy of Medical Sciences, China, Fase 1
  10. Inovio Pharmaceuticals, Amerika Serikat, Fase 1
  11. Genexine Consortium, Korea Selatan, Fase 1
  12. Gamaleya Research Institute, Amerika Seritkat, Fase 1
  13. Clover Biopharmaceuticals Inc./GSK/Dynavax, China, Fase 1
  14. Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical/Institute of Microbiology Chinese Academy of Sciences, China, Fase 1
  15. Imperial College London, Inggris, Fase 1
  16. Curevac, Jerman, Fase 1
Vaksin yang lulus uji coba akan diberikan terlebih dahulu kepada kelompok prioritas di negara yang memproduksi vaksin tersebut. Kelompok prioritas ini terdiri dari para petugas di garda depan (petugas medis dan sebagainya) dan orang yang rentan terkena virus corona (manula serta orang dengan penyakit penyerta).

Selain vaksin, ada beberapa bentuk pengobatan lain yang dikembangkan untuk menanggulangi virus ini, antara lain antivirus (contohnya: remdesivir dan  EIDD-2801), antibodi monoklonal, plasma konvalesen, modulator imun, hingga Konsorsium Komputasi Kinerja Tinggi (High Performance Computing Consortium) Covid-19.

Kapan Pandemi Berakhir?

Perlu dipahami bahwa kapan pandemi ini berakhir tidak pernah diketahui tanggal dan waktu pastinya. Dr Simon Clarke, ahli mikrobiologi dari University of Reading menyatakan bahwa virus ini akan tetap ada sekalipun jika vaksinnya telah ditemukan. Sedangkan, menurut Dr Jeremy Greene, ahli sejarah dari Johns Hopkins University berpendapat bahwa apabila pandemi dikatakan berakhir, itu bukan berarti penyakitnya musnah. Namun, karena manusia telah bosan dan mulai mencoba hidup berdampingan dengan COVID-19.

Semoga kita tetap kuat hingga pandemi ini berlalu. Mari bersiap menuju musim semi pasca pandemi.

Sumber:
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200626151529-255-517886/daftar-vaksin-covid-19-yang-memasuki-tahap-uji-coba-manusia

https://www.npr.org/sections/health-shots/2020/06/24/881704736/all-you-wanted-to-know-about-coronavirus-vaccine-science-but-were-afraid-to-ask

https://www.npr.org/sections/health-shots/2020/06/11/873399184/five-coronavirus-treatments-in-development













Post a Comment

Lebih baru Lebih lama