Memetik Nikmat dan Makna Lewat Narasi Lapis-Lapis Keberkahan


REVIEW DAN REKOMENDASI BUKU BULAN INI
“Memetik Nikmat dan Makna Lewat Narasi Lapis-Lapis Keberkahan”


Penulis : Salim A. Fillah
Halaman : 517 hal
Dimensi : 24×15,5 cm
Berat : 580 gram
Tahun : 2014
ISBN : 978-602-7820-11-1
Penerbit : Proumedia

Maha mulia dzat, selain mengaruniakan batas waktu antara buaian hingga liang lahad untuk kita menyusun lapis-lapis keberkahan kebaikan hayat, dia juga menganugerahkan detik-detik istimewa yang berlipat keberkahan di dalamnya. Salah satu waktu khusus yang keberkahanya berada disetiap lapis dan ditunjuk langsung oleh nash yaitu Bulan Ramadhan, “Akan datang pada kalian sebuah bulan yang penuh berka, didalmnya pintu-pintu surge dibuka, pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu (H.R Al Bukhari dan Imam Muslim). 

    “Bulan Ramadhan yang diturunkan Al-Quran di dalam nya, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk itu, dan sebagai pembeda antara yang benar dan yang keliru. Maka barang siapa hadir di negerinya pada bulan itu, hendaklah dia berpuasa padanya…( Q.s Al Baqarah [2]:185)
Malam-malam Ramadhan yang ditingkahi indah syahdu kalam ilahi, kecuali jika kita adalah syaitan dari golongan manusia. Alangkah manisnya hari-hari itu. Saat shalat malam adalah kegiatan yang menghidupkan. Saat kita begitu rajin, karena kokok ayam didahului dering jam yang membangunkan. Kita menghiba ampun di waktu sahur serta menyantap hidangannya, membekali ketaatan jiwa dan raga. Dan, kita menjadi pemburu kebaikan dalam penyegeraan berbuka bersama. Lalu adakah kalimat syukur yang terasa begitu nikmat sebakda tetes pertama air membasahi kerongkongan. Di saat puasa mengeringkan bibir, memayahkan jasad, tapi memperkaya jiwa. Lapis-lapis keberkahan ada dalam doa yang dijabah, ibadah yang dilipatgandakan pahalanya, dosa-dosa yang diampuni, dan kemesraan dengan ilahi. Jiwa-jiwa murid madrasah Ramadhan dihantar untuk menggapai takwa dan kembali suci.

Sesungguhnya Kami menurnkan Al-Quran itu pada malam Al-Qadar, dan tahukah engkau apa malam Al-Qadar itu? Malam Al-Qadar itu lebih baik dari seribu bulan. (Q.s Al-Qadar [97]:1-3)

Syahdu-nya bulan Ramadhan yang penuh berkah dan kebaikan, terdapat pula detik penuh keberkahan, yaitu malam seribu bulan “Lailatul Qadar”. Suatu malam bagi mereka yang menjadi momen meningkatkan ketaatannya. Dan, para pemerolehnya sejak saat itu menganggap semua malam tersisa dalam hidupnya amat berharga, tak henti berbakti dan mesra mentaati-Nya. 

    Itulah sekelumit irisan berkah di buku Lapis-Lapis Keberkahan. Memperbincangkan doa yang dapat dijabah dan dipenuhi berkah lagi rahmat di setiap detiknya. Buku ini mengupas dan mengiris setiap kisah, tokoh, peristiwa, waktu, dan tempat yang Allah karuniakan kepada kita untuk menjadi suri tauladan dan sebaik-baiknya berkah. Mengambil hikmah dari zaman Rasullulah di Mekkah hingga sampai pada negeri Syam dan Gaza yang terjajah. Buku ini memberikan inspirasi pembawa berkah dari pribadi paling agung Muhammad SAW sampai para mujahid di tanah Syam, tanah yang di ridhoi Allah SWT. 

    Buku karya Salim A fillah ini membantu menerjemahkan bagaimana menggapai ikhlas yang tulus karena Allah dari contoh seseorang paling ikhlas yang pernah hidup di pentas bumi, Ibrahim AS. Selain itu, buku ini juga memaknai rasa syukur dari cerita perjalanan sebutir garam hingga sampai di meja makan. Menarasikan berlapis-lapis keberkahan yang membuat kita ingin memperbaiki diri. Serta memahami kisah para pendahulu yang menkajubkan dan membuat kita sadar bahwa perlu, perlu, dan perlu lagi bagi kita untuk memperbaiki diri. 

    Lapis-lapis keberkahan adalah buku yang direkomendasikan di bulan penuh ampunan lagi penuh berkah, Bulan Ramadhan. Membaca buku ini membuat kita bisa menyecap rasa keberkahan dan rasa syukur yang harus kita haturkan di bulan Ramadhan. Di tengah pandemi Covid-19 yang melanda, di tengah kebingungan, dan ketidakberdayaan manusia. Buku ini bisa menghadirkan rasa optimisme yang tinggi untuk bangkit kembali, kembali berdekatan dan berhubungan baik pada sang pencipta. Keikhlasan dituntunt dalam menghadapi situasi yang tidak menentu seperti sekarang, berbait kata motivasi bermakna ikhlas tertulis di dalam buku ini.


Mungkin Ikhlas Itu Permata
Berkilau karena tiada henti diasah dengan amal bermakna,
Walau sedang ada rasa tersiksa.
Mungkin Ikhlas Itu Emas.
Murninya karena dilelehkan panas, dibakar agar kerak dan noda
terlepas hingga kilaunya jelas
Mungkin Ikhlas Itu Mutiara
Terbentuk karena ada yang luka. Jauh dikedalaman samudera
Perlu keberanian untuk mengambilnya.

Penulis: Ainun Putri

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama