Dilema Gaenakan

Pernahkah kamu diminta tolong oleh orang? Lalu respon apa yang biasanya kamu katakan? "Iya" atau "Tidak". Menurutmu apakah respon "Iya" selalu mengindikasikan itu hal baik dan respon "Tidak" berkonotasi negatif?.

Mari kita kupas sedikit...

Pernahkah kamu melakukan sesuatu dengan rasa gaenakan atau belakangan ini terkenal dengan istilah "people pleaser"?. People pleaser adalah istilah yang disematkan kepada orang-orang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain. Tipe ini biasanya tidak ingin mengecewakan orang lain sehingga jika kamu meminta bantuan apa pun, orang tersebut akan dengan cepat mengiyakannya tanpa berpikir panjang.


Sekilas sifat ini baik karena menolong orang lain merupakan salah satu sifat terpuji yakni meringankan beban orang lain. Akan tetapi, ada hal yang perlu sedikit kita luruskan. Membantu orang lain adalah perkara yang amat mulia. Perkara mulia akan mendapatkan balasan pahala bila disertai dengan rasa ikhlas. Jika dalam proses memberikan pertolongan membuat diri kita justru terbebani, maka kita perlu sedikit mengkoreksi diri. Jangan-jangan kita tidak sanggup memberikan pertolongan dan kita takut mengatakan "tidak" pada orang lain karena takut menyakiti hati orang lain. Persoalan ini cukup bahaya lho sob.


Len Canter pernah menulis tentang The dangers of being a people pleaser yang mengatakan bahwa:

When you get caught up trying to please someone else, you get caught up in guessing how they want you to be. You might start to change your natural behavior to get them to like you. Experts say that's actually an example of your manipulating the other person, even though you might not even be aware of what you're doing. People-pleasing can erode your sense of integrity—and you can start feeling bad about yourself. Experts say that being yourself and risking people not liking you is better than experiencing the stress and tension that results from bending over backwards to please others.


Salah satu dampak menjadi seorang people pleaser adalah kesehatan pribadi, baik kesehatan fisik maupun kesehatan mental. Ada dua tips yang bisa kamu coba untuk meminimalisir rasa tersebut, yaitu:


1. Berani mengatakan "Tidak"

Berkata "Tidak" bukanlah hal yang buruk untuk sesuatu yang memang tidak bisa kita lakukan entah itu karena kita telah memiliki kesibukan yang lain atau kita tidak memumpuni pada bidang yang diminta. Tapi kita juga perlu mengkomunikasikannya dengan baik ya, kita bisa memberikan alasan kenapa menolak permintaan lalu meminta maaf. Oh ya kita juga bisa merekomendasikan orang lain jika ada.


2. Merenung

Coba renungkan bahwa kebahagiaan orang lain bukanlah tanggungjawab kita seutuhnya. Jadi jangan sampai kita berkata "Iya" tapi hati kita berkata tidak bahkan bisa menurunkan kesehatan kita.


Semoga dua tips ini bisa membantu kamu terlepas dari sikap gaenakan. Eh tapi jangan lupa juga ya sob jika kita memang memumpuni bidang yang diminta tolong atau memang sanggup dan tidak terbebani, maka hal yang harus kita lakukan adalah bersemangat menolongnya dengan ikhlas😉

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama