Pribadi Hebat, Pesan Baru dari Hamka

 Pribadi Hebat - Hamka


  "Dua puluh ekor kerbau yang gemuk, sama kuat, dan sama pula
kepandaiannya menarik pedati, tentu harganya tidak jauh berbeda. 
Akan tetapi, dua puluh manusia yang sama tinggi dan sama kuat belum
tentu sama 'Harganya'. Sebab, bagi kerbau tubuhnya saja yang berharga. 
Tapi kalo manusia, pribadinya yang berharga"

Penggalan paragraf di atas menjadi satu dari sekian banyak pengingat sekaligus sentilan bagi kita, "Manusia", bahwa sejatinya nilai seseorang justru berdasarkan "Pribadinya". Sebuah makna mendalam dari buku "Pribadi Hebat", karya terbaru dari sang sastrawan Indonesia, Hamka.

Buku ini memiliki 10 bab yang akan banyak bercerita tentang kepribadian. Secara runtun, buku ini memulai tulisannya dengan hal-hal mendasar. Seolah menjelaskan hal-hal filosofis, kita akan diajak untuk kembali mengingat tentang apa yang mendefinisikan suatu kepribadian, serta arti penting pribadi terhadap seseorang. Kemudian, lanjut membahas tentang hal-hal apa saja yang dapat memuncullkan pribadi, melemahkan pribadi, hubungan pribadi dengan seni, hingga ulasan mengenai pribadi bangsa. Poin besar tersebut dikupas habis oleh Prof. Hamka. 

Menurut-Nya, batu bata yang berkualitas bagus akan membuat bangunan yang didirikan  menjadi lebih kuat. Begitulah satu per satu pribadi, individu, laksana batu bata yang tersusun. Pribadi yang kuat akan mampu menguatkan diri dan memberikan pengaruh positif terhadap orang lain, lingkungan sekitar,
serta lebih jauh lagi kepada agama, bangsa dan negara. Deskripsi singkat dan sebuah pengandaian yang coba disampaikan oleh Hamka kepada para pembacanya untuk mampu menjadi pribadi seperti yang dituliskannya. 

Di tengah masa transisi dan perubahan suasana dari masa pandemi yang pada akhirnya membuat kita semua harus tinggal diri dirumah saja. Hingga beralih ke masa dimana saat ini pemerintah sedang mencanangkan pola kehidupan yang baru atau "New Normal". Pandemi Covid 19 yang cukup mengejutkan dunia nyatanya telah membuat ribuan nyawa hilang. Kebijakan dan protokol dikeluarkan untuk kita tetap beraktivitas dirumah saja dalam mendukung upaya terputusnya rantai penyebaran Corona. Secara tidak langsung, hal ini membuat kebiasaan sehari-hari kita turut berubah. Mau tidak mau, kita harus menyesuaikan diri.  

Bentuk penyesuaian diri ini turut disampaikan oleh Hamka. Terdapat di dalam bab kedua, Hamka menuliskan jika orang yang pandai menyesuaikan diri adalah orang yang tahu posisi dirinya. Dia mengetahui kekurangan dan kelebihan dirinya.

Memasuki era New Normal, kita harus mampu beradataptasi, menyesuaikan pribadi kita dengan kondisi sekarang dan aturan-aturan yang diterapkan. Segala macam perubahan ini harus mampu menjadikan kita pribadi yang lebih kuat dan bersemangat menjalani kehidupan. Buku ini direkomendasikan untuk dibaca agar kita bisa memperkuat dan menambah wawasan tentang kepribadian.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama